I. Kategori Pegangan Tarik dan Pegangan Angkat (Cacat 1–5)

Kekurangan 1: Pegangan patah saat menahan beban

Isi tas dengan beban 10–15 kg, angkat dan gantung di udara selama 10–15 detik, lalu periksa apakah ada retakan di bagian pangkal pegangan serta apakah paku keling/sekrupnya kendur. Penyebab umum meliputi penggunaan plastik daur ulang pada komponen penghubung, kedalaman pemasangan yang tidak memadai, atau kepadatan jahitan kurang dari 4 jahitan per sentimeter. Keretakan atau deformasi yang jelas dianggap sebagai cacat serius.

Masalah 2: Batang teleskopik bergerak tersendat atau macet

Tarik dan dorong tuas secara berulang sebanyak 10–15 kali, rasakan apakah hambatan pada setiap tahap perpanjangan merata; tekan tombol sebanyak 10 kali untuk memeriksa daya pantulnya. Dinding tabung yang kasar, daya pegas yang kurang, dan tabung aluminium yang berubah bentuk merupakan penyebab utamanya. Jika tuas tersendat dan tidak dapat bergerak sepenuhnya dalam sekali tarikan, hal ini dianggap sebagai cacat serius.

Kekurangan 3: Lapisan pelapisan logam pada batang tarik terkelupas atau teroksidasi

Tarik tuas hingga sepenuhnya terbuka, periksa permukaan dari berbagai sudut di bawah cahaya alami, dan raba dengan tangan untuk memeriksa apakah ada bagian yang mengelupas. Penyebab utamanya adalah persiapan sebelum pelapisan yang tidak memadai serta lapisan yang terlalu tipis; area bagian bawah tuas yang berdekatan dengan bodi kotak adalah bagian yang paling dulu mengalami masalah. Pengelupasan lapisan seluas lebih dari 2 mm² dinilai sebagai cacat serius.

Masalah ke-4: Tombol tuas tidak berfungsi

Setiap kali ditarik, pastikan tombol terkunci dengan benar (setelah terdengar bunyi ”klik”, tekan sedikit ke bawah; tombol tidak boleh kembali ke posisi semula); tekan tombol berulang kali sebanyak 20 kali dan pastikan tombol kembali ke posisi semula dengan normal setiap kali. Penyebab utamanya adalah kelelahan pegas tombol dan kurangnya pelumasan pada mekanisme pengunci. Kegagalan penguncian pada salah satu bagian atau tombol yang macet dianggap sebagai cacat fatal.

Kekurangan 5: Sambungan antara dudukan batang tarik dan bodi kotak longgar

Setelah pegangan ditarik keluar, saat didorong ke depan dan ke belakang terasa dasar koper bergoyang; buka lapisan dalam untuk memeriksa jumlah sekrup dan kekencangannya. Penyebab utamanya adalah jumlah sekrup kurang dari 4 buah, tidak menggunakan mur pengunci, atau luas pelat penguat bodi koper terlalu kecil. Goyangan lebih dari 3 mm dianggap sebagai cacat serius.

II. Jenis Roda (Cacat 6–9)

QB/T 2155-2018 mensyaratkan agar keausan roda tidak melebihi 2 mm setelah menjalani uji berjalan sejauh 12 kilometer.

Masalah 6: Roda sulit berputar atau mengeluarkan bunyi aneh

Letakkan kotak kosong di atas permukaan yang rata, putar setiap roda dengan tangan untuk memeriksa apakah dapat berputar bebas setidaknya 3 putaran; dorong kotak dengan beban 20 kg sejauh 5 meter sambil mendengarkan apakah ada bunyi aneh atau roda menyimpang. Karat pada bantalan, celah perakitan yang tidak tepat, dan lapisan TPU yang tidak merata merupakan penyebab utamanya. Jika roda tidak dapat berputar dengan lancar atau terdengar suara aneh yang jelas, hal tersebut dinilai sebagai cacat serius.

Kekurangan 7: Rangka roda patah atau roda terlepas

Pegang roda dan goyangkan dengan kuat ke depan, belakang, kiri, dan kanan untuk memeriksa apakah rangka roda mengalami deformasi atau sekrupnya kendur; lakukan uji jatuh sekali dari ketinggian 50 cm dengan sudut kotak menghadap ke bawah. Penyebab utamanya adalah penggunaan bahan ABS sebagai pengganti nilon PA pada rangka roda serta jumlah sekrup pengencang yang terlalu sedikit. Retakan apa pun dianggap sebagai cacat fatal, sedangkan sekrup yang kendur dianggap sebagai cacat serius.

Roda terlepas
Roda terlepas

Kerusakan 8: Retakan pada permukaan roda atau keausan yang tidak normal

Lakukan pemeriksaan visual terhadap permukaan roda untuk mendeteksi adanya retakan atau gelembung; uji kecepatan pantul dengan menekan menggunakan kuku; periksa setelah didorong sejauh 10 meter di atas permukaan yang kasar. Penyebab utamanya adalah penggunaan bahan daur ulang yang berlebihan dalam campuran TPU, ketidaksesuaian tingkat kekerasan, serta suhu injeksi yang tidak memadai. Retakan yang terlihat dianggap sebagai cacat serius.

Cacat 9: Keempat roda tidak berada pada bidang yang sama (kendaraan menyimpang saat didorong)

Letakkan kotak kosong di atas permukaan platform yang diisi air, lalu tekan keempat sudutnya satu per satu untuk memastikan apakah semuanya menyentuh permukaan platform; dorong kotak tersebut sejauh 5 meter di atas permukaan datar, dan setelah dilepaskan, kotak harus tetap bergerak lurus. Penyebab utamanya adalah deformasi cetakan kotak, adanya benda asing dalam perakitan, serta perbedaan ukuran keempat roda. Jika terjadi penyimpangan arah yang jelas dan dipastikan disebabkan oleh masalah pada kotak, hal ini dinilai sebagai cacat serius.

III. Jenis Ritsleting (Cacat 10–13)

Masalah 10: Ritsleting sulit ditarik

Buka dan tutup berulang kali sebanyak 10 kali hingga selesai seluruh prosesnya, perhatikan apakah bagian sudut kotak terasa lebih macet, serta periksa apakah kedua tarikan dapat saling berpapasan dengan lancar. Penyebab utamanya adalah celah antara gigi dan tarikan yang terlalu kecil, adanya gerigi pada gigi, serta pita kain yang dijahit melengkung. Jika perlu menggunakan tenaga ekstra untuk menariknya, hal ini menandakan adanya cacat yang serius.

Masalah 11: Gigi ritsleting melompat atau ritsleting terbuka secara tiba-tiba

Setelah disatukan, dorong dari bagian dalam kotak ke luar untuk mensimulasikan kondisi penuh, lalu gunakan jari untuk menarik ke luar dari celah gigi guna memeriksa kekuatan gigitan. Keausan pengait dan bahan gigi rantai yang terlalu lunak (menggunakan paduan seng sebagai pengganti paduan tembaga) merupakan penyebab utamanya. Jika terjadi gigi yang terlepas atau terbuka secara otomatis, hal itu dianggap sebagai cacat fatal.

Cacat 12: Lapisan pelapis terlepas

Terapkan gaya tarik sesaat sebesar 5–10 kg secara manual pada setiap pelat tarik; periksa apakah cincin penghubung telah tertutup sepenuhnya; goyangkan untuk mendengarkan apakah ada bunyi serpihan logam. Cincin penghubung yang tidak tertutup, bahan pelat tarik yang terlalu rapuh, serta diameter kawat cincin penghubung yang terlalu tipis merupakan penyebab utamanya. Pelat tarik yang terlepas dinilai sebagai cacat serius.

Cacat 13: Jahitan pita ritsleting longgar atau benangnya lepas

Periksa keseragaman jarak jahitan dan benang yang terlewat dari awal hingga akhir sepanjang pita, serta periksa apakah ada bagian yang longgar dengan memberikan tarikan sekitar 10 kg menggunakan tangan. Jarak jahitan yang terlalu lebar, ketegangan benang bawah dan benang atas yang tidak seimbang, serta benang yang terlewat pada bagian awal dan akhir jahitan merupakan penyebab utamanya. Jika benang terlewat secara berturut-turut lebih dari 3 jahitan atau benang jahitan dapat ditarik keluar dengan tangan, hal tersebut dianggap sebagai cacat serius.

IV. Kategori Bahan dan Kain (Cacat 14-16)

Cacat 14: Casing koper keras retak atau penyok

Kotak kosong dijatuhkan 1 kali dari ketinggian 90 cm pada setiap sisinya (sesuai persyaratan QB/T 2155-2018), lalu periksa apakah terdapat retakan pada bodi kotak; Tekan setiap sisi dengan tangan untuk memeriksa adanya titik lunak dan bunyi yang tidak wajar. Penyebab utamanya adalah penggunaan bahan daur ulang yang berlebihan, suhu cetakan yang terlalu rendah yang menyebabkan konsentrasi tegangan internal, serta ketebalan dinding yang tidak merata. Retakan akibat jatuh dinilai sebagai cacat fatal, sedangkan lekukan yang tidak dapat kembali ke bentuk semula dinilai sebagai cacat serius.

Cacat 15: Kain tas lunak berbulu, berbenang lepas, atau lapisannya terkelupas

Goreskan kuku bolak-balik di permukaan kain sebanyak 5–8 kali untuk memeriksa adanya goresan dan pengelupasan lapisan; amati pantulan cahaya dari sisi kain untuk mendeteksi adanya gelembung pada lapisan. Penyebab utamanya adalah berat kain yang terlalu rendah, perbandingan bahan pengeras pada lapisan PU yang tidak tepat, serta tidak dilakukannya proses pembentukan. Pengelupasan lapisan seluas lebih dari 1 cm² dinilai sebagai cacat serius.

Cacat 16: Perbedaan warna pada bodi atau logo yang kabur atau terlepas

Letakkan sampel dari batch yang sama secara berdampingan, bandingkan warnanya di bawah sumber cahaya standar D65, lalu ukur nilai ΔE menggunakan alat pengukur perbedaan warna; tempelkan logo dengan selotip 3M, tekan, lalu lepaskan dengan cepat. Penyebab utamanya adalah penggunaan bahan dari batch yang berbeda secara campur aduk, serta ketidaksesuaian antara tinta sablon dan bahan kotak. Nilai ΔE > 1,5 atau logo yang terlepas dinilai sebagai cacat serius.

V. Jahitan dan Proses Produksi (Cacat 17-18)

Cacat 17: Kepadatan jahitan tidak memenuhi standar atau ada jahitan yang terlewat

Ukur dengan penggaris baja sepanjang 5 cm untuk menghitung jumlah jahitan (≥ 4 jahitan/sentimeter, yaitu ≥ 20 jahitan); buka lapisan dalam untuk memeriksa jahitan bagian dalam. Penyebab utamanya adalah kecepatan mesin jahit yang terlalu tinggi, benang yang terlalu halus sehingga mudah putus, serta papan jarum yang bergerigi sehingga menjepit dan memutus benang. Area dengan jarak jahitan yang tidak memenuhi standar lebih dari 10 cm atau lompatan jarum berturut-turut lebih dari 3 jarum dinilai sebagai cacat serius.

Cacat 18: Lapisan tepi terlepas atau sambungan retak

Cobalah mengupasnya sedikit demi sedikit mulai dari salah satu ujung strip tepi, dengan fokus memeriksa bagian sudut; setelah terlepas, periksa jahitan sambungan di bagian dalam. Penyebab utamanya adalah aplikasi lem panas yang tidak memadai atau tidak merata, ketahanan lem terhadap suhu yang tidak memadai (suhu di dalam kontainer pengiriman laut bisa mencapai lebih dari 70°C), serta waktu penekanan yang terlalu singkat. Jika ada bagian mana pun yang dapat dilepas dengan tangan lebih dari 2 cm, hal itu dianggap sebagai cacat serius.

VI. Aksesori dan Perkakas (Cacat 19-20)

Masalah 19: Fungsi kunci sandi tidak berfungsi

Atur kata sandi sebanyak 5 kali secara berulang, setiap kali gunakan kata sandi baru untuk membuka kunci guna memastikan fungsi berjalan normal; setelah terkunci, coba masukkan kata sandi yang salah untuk memastikan kunci tidak dapat dibuka; periksa kelancaran saat memasukkan dan mencabut kunci TSA. Penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan daya pegas pada roda kode, adanya gerigi pada alur pemandu lidah kunci, serta pelapisan logam yang belum melalui uji kabut garam. Kegagalan fungsi kunci dinilai sebagai cacat fatal.

Cacat 20: Komponen logam berkarat atau pelapisan elektrolitiknya buruk

Periksa semua komponen logam yang terbuka di bawah cahaya alami untuk mendeteksi adanya noda karat dan lapisan pelapis yang terkelupas; periksa secara khusus bagian belakang paku keling (bagian yang paling sulit dilapisi); seka dengan kain putih untuk memeriksa apakah terjadi luntur warna. Penyebab utamanya adalah bahan dasar yang terbuat dari besi, kandungan kotoran dalam larutan pelapisan yang melebihi batas, serta tidak dilakukannya uji kabut garam sebelum produk dikirim dari pabrik. Noda karat atau lapisan pelapis yang terkelupas yang terlihat dengan mata telanjang dinilai sebagai cacat serius.

pemeriksaan bagasi dan barang
pemeriksaan bagasi dan barang

pemeriksaan barangUrutan skrining cepat

Nomor urut Item Pemeriksaan Kekurangan yang terkait Waktu yang dibutuhkan
1 Pemeriksaan awal penampilan: perbedaan warna, logo, permukaan kain/kotak 14-16 30 detik
2 Pengoperasian pegangan: tarik-ulur, tombol, alas yang kokoh 2-5 60 detik
3 Uji pegangan: menggantung beban selama 15 detik 1 30 detik
4 Pengujian roda: putaran, dorongan, dan kekokohan rangka roda 6-9 90 detik
5 Pemeriksaan ritsleting: pembukaan dan penutupan, gigi yang terlepas, tarikan ritsleting, jahitan pita kain 10-13 60 detik
6 Jahitan dan tepi: kepadatan jahitan, lepasnya perekat pada tepi 17-18 40 detik
7 Kunci Kode dan Perangkat Keras: Fungsi Kunci, Korosi pada Perangkat Keras 19-20 60 detik

Sekitar 6–7 menit per unit. Jika ditemukan satu kasus cacat fatal (retak, tuas macet, kunci tidak berfungsi), pengiriman segera dihentikan; cacat serius dibatasi pada AQL 2,5, sedangkan cacat ringan pada AQL 4,0.

Logika pemeriksaan yang praktis. Tantangan dalam pemeriksaan kualitas tas dan koper terletak pada kemungkinan rendahnya konsistensi kualitas dalam satu batch barang—pabrik kecil umumnya menggunakan proses setengah manual dan setengah mekanis, sehingga perbedaan tingkat keahlian pekerja secara langsung tercermin pada jahitan dan perakitan. Jangan langsung menarik kesimpulan hanya dengan memeriksa 2–3 buah barang; lakukan pengambilan sampel sesuai dengan AQL, dan analisis secara terpisah berdasarkan batch bahan baku, nomor rongga cetakan, serta lini produksi, agar dapat menggambarkan distribusi kualitas secara akurat.

Untuk ekspor tas dan koper, proses pemeriksaan barang dapat diserahkan kepada pihak ketiga

Proses pemeriksaan tas dan koper melibatkan banyak tahapan, komponen yang beragam, serta banyak pengujian di lapangan.Inspeksi OnlineSejak tahun 2006, kami telah melakukan inspeksi pihak ketiga; di Tiongkok, kami memiliki lebih dari 2.000 petugas QC lapangan, dan inspeksi tas dilakukan dengan membandingkan satu per satu berdasarkan standar QB/T 2155-2018, GB/T 30420, dan lain-lain. Kami juga telah mengumpulkan data pengembalian barang dan umpan balik negatif dari pasar negara tujuan—misalnya, negara mana yang memiliki persyaratan lebih ketat terhadap ritsleting, atau platform mana yang sangat tidak toleran terhadap goresan pada bodi tas—pengalaman ini langsung diterapkan saat proses inspeksi. Silakan hubungi kami.

Solusi Terkait

Layanan Pelanggan Online